Suharlan, SH, MM - Junjung Tinggi Sportivitas

Posted by Kesiswaan On 17 - June - 2009

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) kembali dilaksanakan di Jakarta. Ajang yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, juga merupakan proses pembelajaran yang diselenggarakan secara menyenangkan, menantang, kreatif, dan disertai dengan motivasi yang tinggi. Selain itu, O2SN juga menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi secara sehat.. ...

O2SN 2009, Supremasi Bidang Olahraga

Posted by Kesiswaan On 17 - June - 2009

Senin (15/6), Gedung Sentul International Convention Centre (SICC) yang berada di kawasan perumahan Centul City, Bogor, Jawa Barat, bergema riuh oleh suara peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK se-Indonesia. Suara Dik Doank, selebritas yang memandu acara pembukaan, kian memeriahkan suasana. Acara awal dibuka dengan drumband gabungan yang dibarengi konfigurasi kibaran bendera dengan berbagai warna. ...

O2SN 2009, Junjung Tinggi Sportivitas dan Kebersamaan

Posted by Kesiswaan On 17 - June - 2009

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) menjadi ajang bertemunya siswa-siswa se-Indonesia di bidang olahraga. Kegiatan yang berlangsung setahun sekali ini memberikan dampak positif bagi mereka. Olahraga tidak hanya harus menjunjung tinggi sportivitas, namun juga menjadi ajang silahturahmi yang kian mempererat rasa persatuan dan kesatuan di antara mereka terhadap negara tercinta Indonesia. Berkaitan dengan O2SN ini, berikut pendapat dan masukan dari para pejabat Esselon I dan II di lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. ...

Opini Potensi

Posted by Kesiswaan On 17 - June - 2009

Acara ini sungguh luar biasa, kejadian seperti ini yang kita tunggu-tunggu. Potensi atau bibit-bibit atlet yang selama ini kita cari, kelak akan bermunculan dari ajang seperti ini. Dengan O2SN, maka ini merupakan suatu potensi penjaringan bibit-bibit atlit. Apalagi kita akan menghadapi olimpiade remaja tahun depan, jadi event ini pas sekali. Saya sangat berterimakasih kepada Depdiknas, dan kami memang sudah bekerja sama sejak dua tahun yang lalu. Ini tahun yang kedua.. ...

Atlet Dari 33 Provinsi Tiba di Jakarta

Posted by Kesiswaan On 17 - June - 2009

Minggu (14/06), panitia O2SN Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas menerima kedatangan kontingen dari 33 provinsi. Penerimaan peserta dilakukan di empat tempat, peserta cabang karate diterima di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, cabang pencak silat di Pusat Pengembangan Sumber Daya Pemuda (PPSDP) Cibubur, cabang tenis meja di Museum Listrik dan Energi Baru Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sedangkan cabang atletik dan bulutangkis di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) DKI Jakarta. Sedangkan tempat lomba dari kelima cabang olahraga yang dipertandingkan adalah di Stadion UI untuk atletik, bulutangkis di POPKI Cibubur, sedangkan tiga cabang lainnya di tempat penginapan masing-masing.. ...

Kamis, 23 Juli 2009

Stop Press....!!!

Jika anda ingin mengetahui berita-berita tentang Kegiatan Kesiswaan, Olimpiade Olahraga, Sains baik Nasional maupun Internasional dan jenis lomba lainnya anda bisa mendapatkan berita tersebut di http://www.siswapsma.net. Link di http://www.siswapsma.co.cc sudah berganti baju menjadi http://www.siswapsma.net. Jika anda kesulitan, silahkan klik disini untuk menuju ke link tersebut.

Kamis, 09 Juli 2009

Suharlan SH, MM, : Junjung Tinggi Sportivitas

17 June 2009
Suharlan SH, MM,
Junjung Tinggi Sportivitas

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) kembali dilaksanakan di Jakarta. Ajang yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, juga merupakan proses pembelajaran yang diselenggarakan secara menyenangkan, menantang, kreatif, dan disertai dengan motivasi yang tinggi. Selain itu, O2SN juga menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi secara sehat.


Jasmani yang sehat akan mempengaruhi pola pikir dan pola belajar peserta didik. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang dilaksanakan di sekolah, tidak hanya mempengaruhi perkembangan jiwa dan raga, namun juga dapat melakukan olahraga dengan benar, serta dapat pula tergali bibit-bibit baru di bidang olahraga. Dengan jasmani yang sehat, akan dicapai prestasi belajar yang optimal. Itu sebabnya, sudah sepatutnya setiap sekolah memiliki berbagai jenis klub olahraga baik yang bersifat masal maupun individual.

O2SN tahun ini jumlah peserta hampir sama dengan tahun lalu. Kali ini ada beberapa cabang olahraga yang berkurang, cabang yang dipertandingkan yaitu tennis meja, karate, pencak silat, bulutangkis, dan atletik. Memang di O2SN tahun 2009 ini jumlah peserta berkurang, meski demikian, kami berharap bisa tercipta suatu mata rantai proses penseleksian yang berkesinambungan. Artinya, proses seleksi itu perlu diintensifkan, mungkin dari tiap provinsi ada yang proses seleksinya belum sesuai dengan jadwal yang diinginkan. Itu wajar, karena masing-masing provinsi memiliki permasalahan yang berbeda-beda.

Tujuan diselenggarakannya kompetisi olahraga ini, untuk memberikan pembinaan dan motivasi kepada siswa dan para guru, sehingga dapat meningkatkan proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas ini telah dilaksanakan sejak tahun 2004. Kegiatan itu pada awalnya masih berbentuk liga olahraga, dan saat ini telah berubah menjadi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini tercipta rasa saling menghargai dan saling menghormati antara sesama siswa, pelatih, pendamping, dan juri. Selamat bertanding, Junjung tinggi sportivitas.


Sumber: Kesiswaan

O2SN 2009, Supremasi Bidang Olahraga

17 June 2009

Senin (15/6), Gedung Sentul International Convention Centre (SICC) yang berada di kawasan perumahan Centul City, Bogor, Jawa Barat, bergema riuh oleh suara peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK se-Indonesia. Suara Dik Doank, selebritas yang memandu acara pembukaan, kian memeriahkan suasana. Acara awal dibuka dengan drumband gabungan yang dibarengi konfigurasi kibaran bendera dengan berbagai warna.


Hingar bingarnya suasana kian membahana tatkala band yang dimainkan siswa-siswa SLB menyanyikan lagu-lagu yang kini tengah hit. Lirik lagu seperti Bendera dari Coklat, Hampa Hatiku yang dinyanyikan Ungu, Cari Jodoh dari Wali Band, dan lagu Yayaya dari Gigi, turut didendangkan peserta dengan beat-beat yang penuh semangat, dan atraktif. Lagu Laskar Pelangi menjadi lagu yang juga dinyanyikan seluruh peserta dengan penuh energi. Cheerleaders gabungan siswi-siswi SMA Bekasi, semakin menambah eforia penonton. Kegembiraan, dan keceriaan mewarnai wajah hampir seluruh peserta. Pertandingan untuk unjuk kemampuan di bidang olahraga akan dimulai. Namun, melihat kebersamaan yang tercermin dari para peserta, itu menandakan bahwa persatuan lebih penting dari segalanya.


Massal dan Monumental

Setelah Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA memasuki ruangan, siswa-siswi SMAN 82 Jakarta menyanyikan mars O2SN. Acara dilanjutkan dengan laporan ketua panitia Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Suyanto, Ph.D. Dalam laporannya, ia menjelaskan kegiatan O2SN 2009 ini, merupakan tahun kedua setelah mengintergrasikan semua jenjang dari pendidikan SD,SMP, SMA, dan SMK secara serentak dalam satu kegiatan olimpiade olahraga siswa.

Sebelumnya, menurut Prof. Suyanto, kegiatan olimpiade olahraga diselenggarakan oleh masing-masing direktorat yang ada di Direktorat Jenderal Mandikdasmen. Dengan adanya pengintegrasian ini, diharapkan dapat lebih membangkitkan semangat berprestasi di kalangan siswa sekolah maupun pemerintah daerah, karena event ini menjadi lebih massal dan lebih monumental. Tujuan diselenggarakannya O2SN ini adalah untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang olahraga dalam rangka membentuk sikap dan kepribadian yang bugar jasmani dan rohani, sportif, kompetitif dan sikap sportif yang mau dan mampu menghargai prestasi orang lain.

Pada O2SN 2009 ini, tercatat 15 cabang olahraga yang dilombakan. Di antara cabang olahraga tersebut terdapat 8 cabang olahraga yang diikuti mayoritas siswa, antara lain atletik, senam, renang, bulutangkis, sepak bola, bola voli, tennis lapangan dan tennis meja. Atlet SLB mengikuti 4 cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, tennis meja dan catur. Atlet dari SD dan SMP sudah mulai mengikuti olahraga asah otak catur dan bridge.

Jika dilihat dari jumlah peserta, dapat dilaporkan bahwa dalam O2SN 2009 ini, terdapat 5.297 atlet yang ikut berlaga. Jumlah terbesar peserta dari SMP dengan 31,77% atau 1.683 atlet, SD 27,41% atau 1.452 atlet, S MA 18,58% atau 964 atlet, dan SMK 17, 18% atau 984 atlet , dan SLB 5,06% atau 268 siswa. Dari berbagai jenis pertandingan dilibatkan 1.800 juri untuk meyakinkan bahwa semua pertandingan berjalan dengan baik dan mengikuti prinsip-prinsip fair play. Jika dilihat dari cabang olahraga yang diikuti, terdapat cabang yang paling banyak diminati oleh para atlet yaitu, bola voli 17%, bola basket 13,89% dan atletik 12,91%.

Pada acara pembukaan ini akan disajikan penampilan seni suara dan tari. Hal ini menunjukkan bahwa seni dan olahraga pada kenyataannya merupakan kegiatan pendidikan yang saling mendukung satu sama lain. Usai membacakan laporannya, piala bergilir dari Kontingen Jawa Timur diserahkan kepada Prof.Suyanto.

Fondasi dan Tradisi di Bidang Olahraga

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Mendiknas Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA. Melalui kata sambutannya, ia menyatakan bahwa menyelenggarakan kegiatan O2SN merupakan upaya sistematis untuk meletakkan fondasi dan tradisi keunggulan di bidang olahraga bagi siswa-siswi SD,SMP, SMA dan SMK. Indonesia sudah menunjukkan supremasinya di bidang sains dan matematika pada tingkat dunia. “Saya mengharapkan bahwa kita pun menunjukkan supremasinya pada bidang olahraga. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk menjadikan manusia cerdas. Tetapi kita juga menginkan melalui pendidikan, kita inginkan manusia yang tangguh, segar, bugar, fisik dan jiwanya.”

Keterlibatan siswa pada O2SN ini, demikian menteri Bambang Sudibyo, diharapkan siswa mempunyai jiwa sportivitas. Dalam sportivitas tidak berarti yang kalah mengakui kemenangan pihak lain, akan tetapi di sisi lain juga yang menang menunjukkan empati kepada pihak yang dikalahkan. Kemenangan dan kekalahan dalam olahraga adalah suatu konsekuensi yang biasa. Olahraga sebagai bagian dari program pendidikan ditujukan untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran dan disiplin siswa. Hal tersebut menjadi indikator dari kompetensi kinestetika. Oleh karena itu, kegiatan olahraga tidak hanya harus dilakukan oleh para siswa yang berlaga di O2SN, tetapi harus dilakukan oleh kita semua dalam kehidupan sehari-hari.

Olahraga seperti halnya beribadah, seperti juga makan minum, kebutuhan yang harus kita lakukan secara rutin dan teratur dengan disiplin yang tinggi. Ketika olahraga dijadikan sebagai suatu event, yang bersifat nasional seperti ini, serta melibatkan para siswa dari seluruh Indonesia, melibatkan pula semua pemerintahan daerah dari seluruh provinsi di Indonesia, maka jelas sekali di situ kita menginginkan adanya kompetisi yang tidak main-main. Kompetisi yang serius pada tingkat nasional.

“Itu sebabnya kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan pesaing. Karena hanya dengan mengalahkan pesaing, saudara-saudara bisa menjadi pemenang. Di lain pihak ada dimensi lain yang ingin kita ciptakan melalui kompetisi yang sangat keras dan ketat seperti itu. Yaitu bahwa keikutsertaan siswa dan para guru pada O2SN menjadikan mereka saling kenal satu sama lain. Pada saat itu tumbuh keinginan untuk saling memahami perbedaan pihak-pihak lain.” Ujar Menteri. “Ketika mereka saling memahami satu sama lain, maka mereka akan mengetahui perbedaan latar belakang, tetapi perbedaan tersebut tidak kemudian dijadikan sumber friksi, melainkan perbedaan itu akan membuka kesadaran bahwa Indonesia memang merupakan negara ber-Bhineka Tunggal Ika. Walaupun berbeda-beda, tetapi satu hakekatnya yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kelak ketika dewasa, mereka menjadi atlet nasional yang berlaga di tingkat internasional, mereka akan menjadi satu tim yang membela panji merah putih.” Lanjutnya.

Sebagaimana bidang seni. menteri mengharapkan olahraga akan tumbuh menjadi suatu industri sehingga dapat menyediakan lapangan pekerjaan tidak hanya bagi para olahragawan, tetapi juga bagi mereka yang profesinya melayani berbagai macam pertandingan olahraga. Menjadikan olahraga sebagai salah satu industri adalah bagian dari upaya kita untuk menumbuhkan ekonomi kreatif yang berasumsi bahwa kreativitas di bidang olahraga dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Depdiknas baru saja bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga serta PSSI menciptakan liga sepakbola pendidikan. Dalam liga ini sudah mulai melakukan pertandingan-pertandingan sejak awal bulan Juni. Bahkan ketua umum KONI Rita Subowo, juga berkeinginan agar liga bola voli itu juga kita ciptakan untuk menyusul liga sepakbola pendidikan. Dengan demikian industri olahraga kita rintis juga dalam dunia pendidikan.

Menteri Bambang Sudibyo memperoleh laporan dari ketua KONI Pusat, bahwa Youth Olympic Games atau olimpiade remaja dunia akan diselenggarakan di Singapura tahun 2010. Indonesia akan mengirimkan timnya, di mana pemain-pemainnya akan direkrut dari pemenang medali di olimpiade ini. “Oleh karena itu, ini sebuah motivasi besar, ada peluang bagi saudara tahun 2010 menjadi juara di ajang ini. Dengan catatan pada saat itu umur saudara belum melampaui 18 tahun.

Dengan begitu, menteri mengharapkan sportivitas bisa dijunjung tinggi. Baik oleh para olahragawan, maupun para juri. Dengan sportivitas O2SN Insya Allah akan tumbuh menjadi ajang untuk melatih para siswa, calon olahragawan yang profesional dan berdedikasi di arena kompetisi dengan reputasi yang harum namanya.

Usai memberikan kata sambutan, acara hiburan kembali digelar dengan penampilan siswa-siswi SLB juara paduan suara FLS2N 2009, mereka menyanyikan lagu Children of the Nation. Acara dilanjutkan dengan tarian kolosal dan oratorium dengan judul Bianglala Nusantara. Tari-tarian itu dibawakan oleh siswa-siswi SMKN 10 Bandung. Penampilan terakhir lagu Gebyar-gebyar oleh SMAN 82 Jakarta. (Fanny)

Oratorium Bianglala,
Tampilkan Pesona Indonesia

Pelatih sekaligus sutradara dan penulis naskah teater kolosal oratorium Bianglala Nusantara, Nung Nurhayati mengatakan, persiapan khusus yang dilakukan untuk penampilan dalam pembukaan O2SN ini hanya empat hari. “Ya, lumayan kerja keraslah,” kata Nung. Oratorium Bianglala memang kerap tampil dalam beberapa acara, untuk itu, Nung dan tim pelatih lainnya dituntut untuk lebih kreatif dalam tiap penampilan mereka. “Gerakannya kita modifikasi supaya tidak terlihat membosankan. Tentunya pesona Indonesia yang kita tampilkan disini,” ujar Nung lagi.

Pertama kali yang harus diperhatikan dalam tarian ini, kata Nung yakni kesesuaian naskah dengan tema yang akan diusung dalam event tersebut, seperti pada O2SN kali ini. Baru selanjutnya berkoordinasi dengan kru lainnya mulai dari penata tari, pengiring musik, penata kostum, dan sebagainya. Tari kolosal oratorium Bianglala Nusantara melibatkan seluruh siswa SMKN 10 Bandung yang terdiri dari empat program keahlian, karawitan, tari, musik, dan teater.


Debora,
I Love Dance

Salah satu penampilan spesial yang tampak dalam oratorium Bianglala Nusantara, hadirnya seorang siswa cantik asal Swiss yang menari tarian dari Maluku, Debora namanya. Ia baru delapan bulan di Indonesia dan bersekolah di SMKN 10 Bandung. Rencananya Debora akan belajar di Indonesia selama satu tahun. Tak disangka Ia betah di Indonesia, dan ingin memperpanjang masa studinya menjadi 3 tahun. ”Saya suka tinggal di Indonesia. Teman-temannya baik dan ramah-ramah. Saya ingin di sini terus,” sahut Debora dengan Bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.

Debora sangat senang bisa bersekolah di SMKN 10, karena di sekolah ini ia bisa belajar banyak tarian Indonesia. “Saya senang sekali belajar tari-tarian Indonesia. Tariannya beda dan unik-unik. Apalagi tadi saya bisa menari di depan menteri. I’m very happy. Di Swiss saya belum pernah menari di depan pejabat negara seperti di sini,” ujarnya.

Debora bercita-cita menjadi penari. “I Love Dance,” kata Debora. (Rinda)

Sumber: Kesiswaan


O2SN 2009, Junjung Tinggi Sportivitas dan Kebersamaan

7 June 2009

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) menjadi ajang bertemunya siswa-siswa se-Indonesia di bidang olahraga. Kegiatan yang berlangsung setahun sekali ini memberikan dampak positif bagi mereka. Olahraga tidak hanya harus menjunjung tinggi sportivitas, namun juga menjadi ajang silahturahmi yang kian mempererat rasa persatuan dan kesatuan di antara mereka terhadap negara tercinta Indonesia. Berkaitan dengan O2SN ini, berikut pendapat dan masukan dari para pejabat Esselon I dan II di lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional



Dr. Bambang Indriyanto M.Sc,
Sekretaris Direktorat Jenderal Mandikdasmen Depdiknas

“Ketika nantinya O2SN ini sudah mapan dari segi pelaksanaanya, akan dilakukan pemantauan prestasi siswa secara terstruktur. Hal ini dilakukan karena banyak indikator yang harus kita perhatikan sebelum melakukan itu. Contohnya seperti apa yang kita maksud dengan indikator berprestasi. Sekarang, kan baru seleksi untuk mencapai prestasi, sehingga masuk dalam kategori reference criterian. Sedangkan yang kita inginkan saat ini yang non criterian. Kenapa saya katakan demikian, karena dalam non criterian kita mengumpulkan data apa yang kita sebut dengan prestasi. Sehingga ketika itu kita anggap baik, maka hasilnya akan baik. Kalau reference criterian, yang baik itu belum tentu baik tapi dia juara,nah itu standar kan. Ketika ini sudah mapan, baru kita bisa melakukan pemantauan.”

Pola pembibitan atlet yang kita lakukan sudah terlaksana sejak adanya sekolah-sekolah olahraga. Tetapi mereka kan harus masuk dalam agenda PON, dan agenda tim. Yang harus kita lakukan pertama adalah melakukan pembinaan O2SN semacam ini, agar menjadi suatu yang bisa didedikasikan untuk suatu standar internasional. Nanti kita akan mendaftarkannya pada organisasi internasional.

Untuk pemantapan ke depan kita akan bekerja sama dengan Menpora dalam melanjutkan tugas yang berkaitan dengan pembibitan atlit berprestasi.

Dr. Sungkowo M,
Direktur Pembinaan SMA

Direktur Pembinaan SMA, Dr. Sungkowo mengatakan, jumlah cabang yang dipertandingkan SMA memang tidak sebanyak SD dan SMP. Mestinya melalui pembinaan itu, memang harus disesuaikan dengan SD dan SMP. Sebab SMA itu kan melanjutkan dari SD dan SMP, hanya saja karena terkendala dengan masalah dana, jadi keinginan itu belum bisa terpenuhi.

Harusnya tidak hanya ada lima cabang, tapi bisa diperluas. Sebab ini adalah ajang di mana kita mempersiapkan atlet-atlet nasional. Karena hal ini, maka kita memilih cabang-cabang olahraga yang popular saja. Tapi yang lebih penting dari semua ini, adalah pembinaan pendidikan jasmaninya untuk menuju prestasi. Dan pembinaan itu juga kita serahkan ke daerah melalui otonomi daerah dengan pemantauan dari pusat.

Bagi atlet-atlet berprestasi di bidang olahraga tingkat SMA, kita juga memberikan apresiasi. Karena olimpiade olahraga itu, sama dengan olimpiade yang lain. Sebab manusia, khususnya anak-anak, mempunyai potensi yang berbeda-beda. Jadi harus kita dorong.

Harapan saya ke depan, mudah-mudahan 02SN ke depan, di tingkat SMA bisa melanjutkan prestasiyang pernah dicapai saat SD dan SMP, sehingga pola pembinaannya juga bertahap dan berkelanjutan. Mudah-mudahan, tahun depan bisa kita sesuaikan.

Didik Suhardi, SH, M.Si,
Direktur Pembinaan SMP

Atlet-atlet di tingkat SMP memang dari awal sudah kita seleksi mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, baru propinsi. Juara propinsi lah yang kita kirim ke Jakarta. Jadi tidak boleh main asal comot dari propinsi. Harus melalui seleksi dari bawah. Dalam O2SN di tingkat SMP kali ini, mempertandingkan 12 cabang olahraga, yakni atletik, renang, voli mini, tenis, senam, sepak bola mini, karate, pencak silat, tenis meja, bulutangkis, catur, dan basket 3 on 3. “Yang jelas cabang-cabang yang kita pertandingkan adalah cabang-cabang yang potensial. Diharapkan juga juara-juara dari cabang ini nanti bisa menjadi bibit-bibit ungggul untuk mengikuti kejuaran nasional dan internasional,” ujar Didik Suhardi.

Pelajar SMP yang berprestasi di bidang olahraga salah satu yang akan kita fasilitasi dengan beasiswa bakat dan prestasi siswa baik di bidang akademik maupun non akademik, seperti seni dan olahraga. Di samping itu, sebagian dari mereka akan kita libatkan dalam kejuaran-kejuaran di tingkat internasional. Seperti beberapa waktu lalu, pemenang O2SN tahun lalu mengikuti kejuaraan catur tingkat dunia di Yunani. Sebelum ke Yunani mereka kita lakukan training dulu selama dua minggu. Tak terkecuali bagi kompetisi-kompetisi internasional untuk cabang lainnya, kita juga akan mengadakan persiapan. Sehingga jelas proses seleskinya , yang kita lakukan mulai dari tingkat sekolah sampai nasional.

“Event O2SN ini kan, event yang sangat strategis. Pertama untuk menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan karena diikuti oleh para pelajar seluruh Indonesia. Jadi, diharapkan anak-anak itu punya komunikasi yang bagus sehingga O2SN ini bisa menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi. Di samping itu juga event seperti ini merupakan event awal untuk mencari bibit-bibit unggul yang akan mengikuti kejuaraan berbagai cabang olahraga tingkat internasional. Di sinilah salah satu wadahnya.

Menurut Didik, kegiatan semacam ini perlu kita pertahankan dan ditingkatkan lagi dari segi pelaksanaannya. Di samping knowledge, psikomotorik anak juga perlu kita kembangkan. Bukan hanya otak kanan saja, tapi juga otak kiri. Jadi seimbang.

Drs. Mudjito AK, M.Si,
Direktur Pembinaan TK/SD

Cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat Sekolah Dasar yaitu atletik, senam, renang, bulu tangkis, sepak bola mini, bola voli mini, sepak takraw, tenis meja, tenis, karate, pencak silat, bridge, dan catur.

Kami sudah siap 100% untuk persiapan lomba besok. Tapi yang menarik di sini adalah bagaimana kita memasyarakatkan kegiatan O2SN itu sampai ke tingkat yang paling bawah. Jadi mulai dari sekolah ada pembentukan club-club di sana, kompetisi antar club-club, kemudian dari kompetisi antar club-club itu, nanti berkompetisi antar kabupaten, lalu antar kabupaten masuk ke propinsi, baru ke tingkat nasional.

Tapi kita di SD punya satu kelebihan, karena nanti kelanjutannya akan sampai ke tingkat internasional. Jadi ada seleksi lagi di tingkat nasional nanti. Kita di tingkat internasional juga sudah beberapa kali meraih juara. Seperti ASEAN Pleriminary Sport Olympiad, kita sudah ikut untuk yang ke empat kalinya. Tahun ini kita canangkan akan menjadi juara. Selain itu, beberapa bulan lau kita jadi juara dunia catur.

Program yang dilakukan untuk pembinaan atlet-atlet, melalui program pembinaan club. Sudah ada 13 cabang club yang melakukan pembinaan. Jadi fondasinya melalui club-club ini. Nanti kalau ada kompetisi internasional, kita tinggal melanjutkan saja. Tapi pola pembinaannya sudah kita mulai sejak SD.

Jadi tujuan kita itu sebetulnya kan memasyarakatkan olahraga, membuat anak-anak senang dengan olahraga. Sehingga olahraga itu bisa menjadi tradisi yang memang harus dimulai sejak dini, dari tingkat sekolah dasar.

Kita ingin olahraga itu semakin memasyarakat dan menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Pendidikan fisik kita tidak hanya cerdas dan intelek, tetapi juga cerdas emosional, cerdas di dalam hati, dan cerdas fisik, artinya sehat dan bugar. Dan itu menjadi bagian dari fondasi pembinaan pembibitan selanjutnya.

Drs.Mukhlis Catio, M.Ed
Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pembinaan SMA

Pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang berlangsung di Sentul International Convention Centre, Bogor 15 Juni 2009, merupakan O2SN yang kedua. Ajang ini merupakan pengintegrasian antara SD, SMP, SMA, dan SMK. Tujuan diadakan kegiatan ini, pertama tentu untuk menyalurkan bakat para siswa di bidang olahraga, kedua sesuai dengan PP 19 dari kelompok mata pelajaran yang kelima, yaitu pendidikan jasmani dan olahraga.

Selain untuk menyalurkan bakat, pada O2SN juga bisa ditemui jiwa kompetitif, sekaligus menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, kerjasama, kebersamaan, dalam rangka memperekat nilai-nilai kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Melalui O2SN tumbuh rasa nasionalisme sehingga kebersamaan itu jelas.

Event seperti ini bagi siswa tidak terlupakan, akan terus terekam dalam memori mereka. O2SN sangat bersejarah bagi siswa dalam hidupnya. Dan ini merupakan ajang adu skill. Bakat mereka di bidang olahraga diwujudkan di olimpiade ini. Juara yang muncul dari ajang ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi mereka sendiri, juga bagi kepala sekolah, guru, orangtua, dan yang lebih luas lagi bagi provinsinya.

Tindak lanjut dari kegiatan O2SN ini, “Mudah-mudahan ada penambahan cabang olahraga di tahun 2010. Saat ini cabang olahraga yang sudah ada, lima. Sesuai dengan anjuran Pak Menteri, diharapkan di tahun 2010 menjadi sepuluh cabang olahraga, sehingga kegiatan ini lebih meriah lagi.” Ujar Mukhlis Catio. (Rinda/Fanny)

Sumber: Kesiswaan


Opini Potensi

17 June 2009
Rita Subowo,
Ketua Umum KONI Pusat

Acara ini sungguh luar biasa, kejadian seperti ini yang kita tunggu-tunggu. Potensi atau bibit-bibit atlet yang selama ini kita cari, kelak akan bermunculan dari ajang seperti ini. Dengan O2SN, maka ini merupakan suatu potensi penjaringan bibit-bibit atlit. Apalagi kita akan menghadapi olimpiade remaja tahun depan, jadi event ini pas sekali. Saya sangat berterimakasih kepada Depdiknas, dan kami memang sudah bekerja sama sejak dua tahun yang lalu. Ini tahun yang kedua.


Tindak lanjut dari KONI setelah ini adalah, merekrut hasil dari O2SN , mereka akan kita TC kan untuk berangkat ke olimpiade internasional tahun depan. Jadi akan kita programkan dengan lebih serius lagi. Buat kami, KONI sangat menyambut baik program O2SN ini.


Drs. Mulyana,
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat

“O2SN ini sebuah ajang kompetisi, tetapi lebih bersifat pembinaan jangka panjang. Misalkan Budi ikut cabang A di tingkat SD, nanti di SMP ikut lagi nggak dia, jadi harus ada pemantauan. Sampai ke tingkat nasional nggak si Budi ini, jadi harus dipantau sejauh mana prestasi si anak. Sampai akhirnya nanti dia bisa berprestasi di tingkat internasional. Selain dipantau, juga diimbangi dengan sistem pembinaan terstruktur. Bukan hanya sekedar ikut O2SN, sudah, selesai. Karena pembinaan nasional itu bukan hanya pembinaan atlet elit untuk menuju multi event. Tetapi direkrut mulai dari dasar. Seperti O2SN ini sudah cukup bagus. Nanti akan dijadikan atlet dari induk organisasi olahraga. Tapi harus benar-benar dipantau perkembangannya dari waktu ke waktu.”

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Jakarta ini juga mengemukakan, O2SN bukan hanya ajang kompetisi yang sifatnya berjenjang antar SD, SMP, dan SMA saja. Tetapi juga bisa menghasilkan atlet-atlet potensial untuk menjadi atlet nasional. Jadi, kontribusinya buat atlet nasional. “Itu sebetulnya yang paling penting.” Ujar komandan pelatnas olimpiade Beijing.

O2SN kali ini saya bilang bagus, ada sisi yang disebut dengan attitude. Jadi karakter buildingnya dibentuk melalui kompetisi seperti ini, di situ ada respect. Kalau saya kalah, ya harus hormat sama yang menang. Tertanam jiwa sportivitas dalam diri si anak. Jiwa untuk mengakui keunggulan orang lain dan menerima kekalahan. Artinya dengan sendirinya terbentuk konsep dalam dirinya untuk berlatih lebih baik lagi dan untuk hasil yang lebih baik. Yang kedua dia juga berpikir tentang bagaimana nasionalisme. Di sini ada kebersamaan yang berkaitan dengan masalah daerah. Sehingga mereka bisa memberikan kontribusi kepada propinsi dan ada kebanggaan bagi orang tua, sekolah, daerah, dan bagi atlitnya sendiri. Itu positif sekali.


Dik Doank,
Selebritas

Ajang O2SN ini bagus banget, dari sinilah kita mendidik anak-anak bangsa ini mengenal yang namanya olahraga. Olahraga yang di mana mereka harus menunjukkan prestasi, jati dirinya dia, dan mengharumkan nama bangsa. Menurut saya, karena kurang banyaknya kompetisi, sehingga bibit-bibit atlit di Indonesia itu sangat kurang, kurang banyaknya liga-liga, kurang banyaknya event-event olimpiade seperti ini. Jadi menurut saya, O2SN ini menjadi penting untuk dipertahankan. Maka kalau ajang-ajang seperti ini banyak dan sering dilakukan, Insya Allah saya yakin bibit-bibit atlet Indonesia akan bermunculan.

Jangan mencari atlet-atlet yang instan, harus melalui proses pembinaan berjenjang seperti ini. Jadi kita bukan hanya mencari bakat saja, tapi juga menumbuhkan minat. Semua harus kita mulai dari akarnya dulu. Harapan saya sama seperti harapan pak Menteri lah ya, sesuai juga dengan harapan bangsa ini bahwa akan lahirlah atlit-atlit profesional dari O2SN ini. (Rinda/Fanny)

Sumber: Kesiswaan

Atlet Dari 33 Provinsi Tiba di Jakarta

17 June 2009

Minggu (14/06), panitia O2SN Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas menerima kedatangan kontingen dari 33 provinsi. Penerimaan peserta dilakukan di empat tempat, peserta cabang karate diterima di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, cabang pencak silat di Pusat Pengembangan Sumber Daya Pemuda (PPSDP) Cibubur, cabang tenis meja di Museum Listrik dan Energi Baru Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sedangkan cabang atletik dan bulutangkis di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) DKI Jakarta. Sedangkan tempat lomba dari kelima cabang olahraga yang dipertandingkan adalah di Stadion UI untuk atletik, bulutangkis di POPKI Cibubur, sedangkan tiga cabang lainnya di tempat penginapan masing-masing.


Peserta dari tiap cabang hadir didampingi official (pendamping) dari masing-masing provinsi. Sebelum beristirahat di kamar, peserta singgah terlebih dulu di meja panitia untuk menyerahkan beberapa dokumen yang dibutuhkan. Antara lain SPPD, tiket, pas foto, surat tugas, surat dokter, dan sebagainya.

Kontingen Kalimantan Timur

Kontingen Kaltim tiba di Jakarta pukul 14.00 WIB setelah sebelumnya berangkat dari Kaltim pukul 11.55 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan Lior Air. Pendamping tim bulutangkis Kaltim, Abdul Hamid menyampaikan perjalanan dari Balikpapan menuju Jakarta tidak mengalami hambatan.

Atlet bulutangkis yang dikirimkan Kaltim ke Jakarta berasal dari Balikpapan, sedangkan Atletik dari Bontang. Persiapan anak-anak dimulai dari penyisihan tingkat kota selama empat hari, lalu dilanjutkan dengan propinsi selama lima hari. Baru kemudian diberangkatkan ke tingkat nasional. “Potensi anak-anak yang dikirim memang sudah terlatih sejak mereka kecil. Atlet-atlet yang dibawa beberapa diantaranya juga ada yang sudah pernah mewakili propinsi. Mereka semua terpilih melalui seleksi berjenjang mulai di sekolah sampai ke kabupaten kota. Permain terbaik kabupaten kota maju ke tingkat provinsi. Inilah juara-juara provinsi yang kami bawa.” Ujar Abdul Hamid.

“Mudah-mudahan persiapan anak-anak kami sudah cukup matang. Kami harapakan mereka bisa dapat juara dan bawa pulang emas, khususnya cabang bulutangkis dan ateltik. Minimal bisa masuk final. Kita harus optimis berjuang, kalau pun nanti di lapangan hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dapat diterima dengan lapang dada dan sportif.” Tamba Hamid.

Kontingen Jawa Barat

Tim karate asal Jabar menurunkan atlet dalam nomor pertandingan +53, kata, kumite -53, -61, dan +61. Meskipun berasal dari kabupaten/kota dan sekolah yang berbeda-beda, tidak menyulitkan bagi mereka untuk membentuk kekompakan tim. “Ada dua siswa asal Jawa Barat yang tidak bisa ikut bertanding karena sakit dan urusan mendadak.” Ujar Yedi Sesmana, official tim Jawa Barat.

Putra putri Jabar cabang karate ini menilai, O2SN sangat bagus untuk meningkatkan motivasi dari tiap atlet untuk jadi lebih baik. “Kita juga punya semangat tanding yang tinggi karena bawa nama baik sekolah dan propinsi. O2SN ini juga sebagai pembuktian bahwa tidak hanya akademik saja yang diutamakan, non akademik seperti olahraga tak kalah pentingnya. Karena O2SN ini eventnya setiap tahun pasti semua atlet punya capaian target dapat medali. “Kami target bisa bawa medali emas.” Ujar Annisa Sabrina siswi SMAN 20 Bandung.

Tim Jabar sebelumnya sudah sering menang dalam beberapa kejuaraan karate. Pada O2SN tahun lalu siswa Jabar menjuarai pertandingan kelas kata dan kumite. “Saya pikir semua kontingen juga ingin menang. Tinggal kita bagaimana mengadu taktik saja nanti di lapangan. Dari enam kelas yang diikuti siswa, saya berharap bisa dapat minimal 2 medali lah dari cabang karate, karena saingan yang juga cukup berat bagi tim Jabar.” Harap Yedi.

Kontingen Papua

Tim Papua menempuh perjalanan jauh selama lima setengah jam menuju Jakarta. Dari Jayapura berangkat jam 08.00 WIB dan tiba di Jakarta pukul 14.00 WIB dengan menumpang pesawat lion air. Official tim Papua, Manase Hopar menceritakan tentang persiapan peserta yang dilakukan mulai dari seleksi antar sekolah, kabupaten, dan provinsi. “Waktu latihan kita memang sangat pendek, tetapi kita optimis dating ke sini untuk bisa berbuat sesuatu dan terbaik. Kita memang tidak punya target, tapi kita selalu upayakan untuk bisa dapat yang terbaik.” Jelasnya.

Kontingen Papua membawa atlet di nomor-nomor pertandingan kumite putra -61 kg dan +61 kg. sedangkan putri di nomor pertandingan -53 kg dan +53kg. Di awal tahun 2006, Papua sempat meraih prestasi satu emas di cabang karate. “Harapan saya sebagai pendamping berdo’a supaya anak-anak bisa berbuat sesuatu yang terbaik untuk dirinya masing-masing dan daerah tentunya.” Tambah Hopar.

“Kami ingin menunjukkan yang terbaik, dan bisa bawa pulang emas. Kami ingin mendapatkan banyak pengalaman dalam bertanding karate. Karena di Papua jarang sekali ada kejuaran karate, kalau pun ada satu tahun sekali. Jadi dengan adanya O2SN ini sangat bagus untuk mengasah kemampuan atlet. Kami hanya ingin menampilkan yang terbaik membawa nama baik propinsi. Biar pun jauh kami ingin membuktikan kalau Papua juga bisa jadi nomor satu.” Kata Laili Ramadhani.

Kontingen Bengkulu

Persiapan atlet asal Bengkulu cabang bulutangkis putra dan putri sudah cukup maksimal. Dikarenakan persaingan yang cukup berat, dibutuhkan pelatihan yang lebih ekstra lagi untuk mencapai tujuan. “Untuk itu, hampir setiap hari dalam waktu dua minggu kami latihan. Kami harus optimis, kalau pun kalah harus diterima dengan lapang dada.” Ujar peserta atletik cabang 100 meter, Agian Rezando.

“Latihan yang kami fokuskan untuk cabang atletik adalah latihan-latihan kecepatan, ketepatan, seperti endurance. Kami yang lolos ditingkat provinsi kemudian dilatih secara bersamaan, baru ke Jakarta. Kesan kami begitu sampai di LPMP DKI senang sekali. Bertemu banyak teman-teman dari propinsi lain,” kata Rezando. (Rinda/Sidik)


Sumber: Kesiswaan

Cari Disini

Memuat...

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Anggota

 

Template by NdyTeeN